ANNIFAQ

Bahayanya penyakit nifak

Sahabat hudzaifah r.a pernah berkata:''orang-orang munafik sekarang lebih jahat(berbahaya)dari pada orang-orang munafik pada zaman rosulullah sallahu alaihi wasallam."

Ditanya kepadanya:"mengapa demikian?"

Hudzaifah menjawab:"sesungguhnya pada masa rosulullah sallallahualaihi wasallam mereka menyembunyikan kenifakannya ,sedangkan sekarang mereka berani menampakkannya."1

Pernyataan sahabat hudzaifah r.a itu di ucapkannya pada 14 abad yang lampau.jika demikian,bagaimana dengan orang-orang munafik pada abad ke-20 ini?sebagai jawabannya ,sudah tentu,mereka tidak lagi memiliki rasa sungkan untuk memperlihatkan jati diri mereka,meskipun jika di sebut sebagai golongan munafik, mereka menolaknya mentah-mentah.namun,dapatkah mereka mengelak dari tuduhan tersebut apabila perilaku,sikap,idiologi,dan cara berfikir golongan munafik yang mereka praktikkan?

Rosulullah bersabda:

"barang siapa menyerupai (adat istiadat , perilaku ,idiologi,dan sebagainya)suatu kaum,maka dia termasuk golongan mereka."

Kalau kita buka lembaran-lembaran kitab yang berisi sirah nabawiyyah,kita akan mendapatkan satu fakta bahwa orang-orang munafik mulai muncul pertama kali ketika daulah islamiyah sudah tegak-kokoh berdiri di madinah ,oleh sebab itu,surat-surat dalam al-quran yang banyak menceritakan atau menyinggung golongan ini adalah surat madaniyyah.seperti surat ali imran,an nisa,al hasyr,at taubah,al ahzab,al fath,al hadid,al anfal,at tahrim,dan al munafikun.surat yang tertakhir tersebut merupakan bukti konkret akan bahaya golongan ini bagi stabilitas masyarakat islam,sehingga allah perlu menerangkan kondisi dan karakteristik mereka dalam satu surat khusus.

Pada bagian awal al quran,tepatnya pada permulaan surat al baqarah ,Allah sudah memperingatkan kaum muslimin agar senantiasa waspada terhadap orang-orang munafik yang sering berafiliasi kepada islam.

Dalam surat ini Allah menyebut tiga komunitas manusia di dunia:orang-orang mukmin,orang-orang kafir,dan orang-orang munafik.

Tantang kriteria rang-orang mukmin ,allah menuturkannya dalam empat ayat(QS 2:2-5).orang-orang kafir mendapatkan porsi dua ayat ,yang berisi padat dan sangat fundamental(QS 2:6-7).sedangkan orang-orang munafik dipaparkan oleh Allah dalam 13 ayat (QS 2:8-20).hal ini di sebabkan jumlah mereka yang banyak ,di samping keuniversalan virus nifak yang melanda umat islam.

Fitnah dan bahaya kaum munafik terhadap islam serta pemeluknya demikian besar.hal ini disebabkan karna sikap intisab mereka kepada islam."baju"mereka adalah islam,.bahasa dan ungkapan-ungkapan mereka bernadakan islam.penampilan mereka pun,terkadang,tak berbeda dengan kaum muslimin lainnya.namun dalam hati mereka tersimpan rasa benci,dengki,dan hasad terhadap islam serta kaum muslimin .mereka selalu berusaha melemahkan perjuangan umat islam.segala gerak-gerik,propaganda,program, dan aktifitas yang berbau islam selalu mereka halangi.merekalah musuh dalam selimut.

Sejarah mambuktikan bahwa sejak zaman rosul sallallahu alaihi wasallam,golongan munafik-dengan abdullah bin ubay sebagai dedengkotnya-telah banyak melancarkan makar dan menunjukkanperilaku kontrofersial terhadap umat islam.

Langkah tersebut mereka lakukan guna melumpuhkan kekuatan islam serta menggoyahkan tatanan daulah islamiyyah yang telah mapan berdiri.mulai dari hubungan bilateral yang terselubung yang mereka jalin dengan orang-orang yahudi.pada saat itu orang-orang munafik pernah menjanjikan bantuan kepada bani Quraizhah (salah satu dari tiga golongan yahudi di madinah)ketika bani Quraizhah menghianati perjanjian yang telah mereka sepakatidengan kaum muslimin.

Meskipun,pada akhirnya bantuan tersebut urung mereka berikan .demikian juga ketika menjelang perang uhud (syaban,3H),sewaktu Rosulullah Sallallahu alaihi wasallam memimpin barisan tentara kaum muslimin,golongan munafik yang di motori Abdullah bin ubay ini keluar dari barisan secara demonstratif untuk tidak mengikuti peperangan,

Tindakan tersebut mengakibatkan jumlah kaum muslimin yang semula 1.000 orang berkurang hampir sepertiganya,sampai pada cerita bohong

yang menyangkut istri nabi Aisyah r.a kaum munafiklah yang menjadi biang keladinya,hal ini di ceritakan oleh Allah dalam surat an nur ayt 11-16.:

إنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالإفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ لا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَا اكْتَسَبَ مِنَ الإثْمِ وَالَّذِي تَوَلَّى كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ

"Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar."

لَوْلا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بِأَنْفُسِهِمْ خَيْرًا وَقَالُوا هَذَا إِفْكٌ مُبِينٌ

"Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata."

لَوْلا جَاءُوا عَلَيْهِ بِأَرْبَعَةِ شُهَدَاءَ فَإِذْ لَمْ يَأْتُوا بِالشُّهَدَاءِ فَأُولَئِكَ عِنْدَ اللَّهِ هُمُ الْكَاذِبُونَ

"Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangkan empat orang saksi atas berita bohong itu? Oleh karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi maka mereka itulah pada sisi Allah orang-orang yang dusta."

وَلَوْلا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ لَمَسَّكُمْ فِي مَا أَفَضْتُمْ فِيهِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

"Sekiranya tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu."

إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُمْ مَا لَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ

"(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar."

وَلَوْلا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ قُلْتُمْ مَا يَكُونُ لَنَا أَنْ نَتَكَلَّمَ بِهَذَا سُبْحَانَكَ هَذَا بُهْتَانٌ عَظِيمٌ

"Dan mengapa kamu tidak berkata, di waktu mendengar berita bohong itu: "Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini. Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar."

Bila dilihat dari upaya dan cara kerja mereka ,tidaklah berlebihan jika muncul pendapat dari kalangat ulama bahwa orang-orang munafik pada masa dahulu sama dengan orang-orang sekuler sekarang.




0 komentar: